Rabu, 19 Juni 2013

Ketuhanan Yesus Dalam pandangan Al-kitab



1. Argumen Terhadap Teori Ketuhanan Yesus.

Kita tahu bahwa Perbuatan Tuhan adalah Pengatur Alam Semesta, pemberi rezeki, menentukan hidup matinya semua makhluk di bumi dan di langit. Tempat manusia memohon ampun dan meminta doa. Dia pencipta alam semesta ini dan Dia pula yang merencanakan penghancurannya. Bagaimana dengan Yesus?



Garis keturunan Yesus (Matius 1:1). Yohanes 1:1 menceritakan bahwa Tuhan menjelma menjadi benih di perut Maria. Mereka percaya bahwa Allah merubah diriNya menjadi Yesus: Seorang Tuhan tidak akan mungkin dilahirkan dalam bentuk bayi yang tidak berdaya. Patutkah Yesus disebut Tuhan pada saat  Ia sedang menjadi bayi tersebut? Dan siapakah yang mengatur alam semesta ini  pada saat Tuhan  dalam keadaan lemah seperti itu ?




Yesus dalam buaian (Matius 2:9).  Bagaimana mungkin seorang Tuhan memimpin alam semesta ini, memberi rezeki kepada manusia, mengabulkan doa manusia, bahkan mencabut nyawa atau memberi nyawa kepada makhluk yang lahir sementara ia masih dalam buaian?




Yesus anak manusia (Matius 9:6). Beratus kali ayat serupa menyatakan bahwa Yesus anak manusia, seperti  “... menentang anak manusia, akan diampuni.”( Matius 12:32). “...anak manusia akan diserahkan...”(Matius  17:22), “Karena anak manusia datang...” dan sebagainya. Semuanya merupakan perkataan Yesus. Yesus yang kita tahu tidak ada keanehan dalam pertumbuhannya dibanding anak yang lain, tumbuh normal dengan fisik dan akalnya. Keadaan Yesus tidak ada bedanya dengan umat Israel lainnya.




Yesus tidak bersifat ilahiah Sebagai seorang bangsa Israel Yesus juga terkena kewajiban sunat (Lukas 2:21), padahal sunat dilarang dalam Kristen, lihat Galatia 5:2: “..Jika kamu menyunat dirimu, Kristus tidak akan berguna lagi bagimu ” Perhatikan sifat kemanusian yang lain …Yesus merasa lapar... (Matius 4:2). Lihatlah silsilah Yesus yang disusun sedemikian rumit itu sebetulnya menunjukkan bahwa Yesus adalah anak manusia. Demikian pula dengan teriakan Yesus “Eli-Eli Lama sabakhtani? Artinya Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan aku?” merupakan pengakuan tulus dari Injil bahwa Yesus tidak memiliki sifat ketuhanan.




Semua Murid memanggil “guru” kepada Yesus (Markus 4:38), dalam bahasa Yunani “Rabi” atau “Rabuni” dalam bahasa Aram/Ibrani yang berarti “guru” (Yohanes 1:38). Namun penterjemah Alkitab menyamakan kata itu dengan “Rabbi” yang artinya menjadi beda sekali, yakni “Tuhan”. Dan istilah Tuhan Yesus itu dicantumkan di semua Injil.




Yesus dibaptis (Matius 3:13). Lho, apa ini tidak keliru? Baptis itu dimaksudkan sebagai penghapus dosa. Jika Yesus adalah Tuhan tentu dia suci dan tidak perlu dibaptis. Sebab Tuhan tidak berdosa. Bahkan sebagai Tuhan dia dapat mengampunkan dosa siapa saja. Namun ayat ini tidak lain mengisyaratkan bahwa Yesus adalah manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan dan kesalahan.




Yesus dicobai oleh Iblis (Matius 4:1) Mustahil Yesus dikatakan Tuhan, sebab ia dipermainkan oleh Iblis. Malah Iblis sempat menawarkan kerajaan dunia dan seisinya ini sekiranya Yesus sudi menyembah Iblis. Kekeliruan besar! Seharusnya jika Yesus adalah Tuhan, tentu semua kerajaan di bumi, bahkan alam semesta adalah miliknya. Tetapi mengapa Yesus ditawarkan  semua itu? Dapat kita difahami dari ayat ini bahwa Iblis mengetahui bahwa Yesus bukan Tuhan. Dia tahu bahwa Yesus adalah manusia biasa yang bisa digoda, dan dia ingin agar Yesus mendurhakai Allah sebagaimana dirinya.




Yesus adalah utusan Allah. Para Nabi-Nabi adalah utusan Allah. Yesus juga utusan Allah. Seperti ayat “Inilah hidup yang kekal itu supaya mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah Yang Benar, dan mengenal Kristus yang telah Engkau utus..” (Yohanes 17:3), lihat juga Yohanes 14:24. Yesus juga meramalkan bahwa Yesus akan mati sebagaimana halnya Nabi-Nabi Israel yang lain, yakni dibunuh di Yerusalem (Lukas 13:33-34). Dan Yesus mengakui bahwa segala perkataannya bukan dari kata-katanya sendiri melainkan berasal dari Firman Allah yang diberikan kepadanya. Jika Yesus adalah utusan Allah, berarti dia bukan Allah.




Semua yang bernyawa pasti mati. Dan Allah tidak akan mati selamanya. Tetapi Dia akan tetap hidup. Sedangkan nyawa atau roh itu adalah alat bagi Allah untuk membuat makhluk-makluk-Nya menjadi hidup. Jika Yesus adalah Tuhan seperti Allah, tentu dia tidak bisa mati. Tetapi Injil mengabarkan bahwa Yesus menjerit dan mati, menyerahkan nyawanya (Matius 27:50). Meskipun (katanya) Yesus dapat bangkit lagi setelah 3 hari kematiannya, tetap saja menunjukkan bahwa Yesus adalah makhluk Allah. Bukan Allah!




Tentang Kiamat.  Jika Yesus adalah Allah atau Tuhan, tentu Yesus mengetahui kapan dia menciptakan alam semesta ini dan kapan akan dihancurkannya (dikiamatkan). Tetapi saat ditanya tentang kapan terjadinya kiamat, maka Yesus menjawab : hanya Allah saja yang tahu, malaikat di Sorga pun tidak tahu hal itu, Anak pun (Yesus maksudnya-red) tidak tahu. (Matius 24:36). Dari ayat ini dipastikan bahwa Yesus bukan Tuhan.




Yesus Tidak memiliki Hak Penentu Sorga atau Neraka. Yesus tidak bisa pula menentukan kepada seseorang apakah dia masuk Sorga atau Neraka, tetapi hak itu hanya pada Allah saja (Markus 10:40).




Yesus tidak punya kekuatan dari dirinya sendiri melainkan yang datang dari Allah. Yesus mengobati orang tuli dengan berdoa (Markus 7:34), Yesus mengusir setan dengan kuasa Allah  (Lukas 11:20). Terkadang Malaikat memberikan kekuatan kepada Yesus (Lukas 22:43). Orang buta disembuhkan dengan kekuatan Allah (Yohanes 4:33). Lihatlah, bagaimana Yesus bersyukur kepada Allah setelah ia diberi mukjijat untuk menghidupkan Lazarus yang telah mati (Yohanes 11:41-42). Semua orang sakit yang disembuhkan oleh Yesus serempak memuliakan Allah Israel, tetapi bukan memuliakan Yesus (Matius 15/31). Yesus sering memohon keselamatan kepada Allah  (Yohanes 12:27). Inilah bukti-bukti kuat lain yang menyatakan bahwa Yesus bukan Tuhan.




Yesus sujud menyembah Allah dan berdoa (Matius 26:39). Setiap yang berdoa pasti bukan Tuhan. Murid-murid Yesus selalu melakukan sujud dan berdoa (sembahyang) seperti halnya Yesus.  Tidak pernah doa-doa atau sujud mereka itu ditujukan kepada Yesus, melainkan ditujukan hanya kepada Allah (Lukas 6:12).




Jadi semua rangkaian ceri
ta pada Injil tidak lain merupakan kisah tentang anak manusia yang bernama Yesus, disajikan dengan membuktikan bahwa Yesus makan, minum, tidur, ketakutan, bersujud dan berdoa, menangis, marah, digoda Iblis dan sebagainya bahkan ia mati, tidak lain hanyalah menggambarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa. Namun disamping itu pula Injil menerangkan bahwa Yesus adalah Nabi Allah, Pesuruh Allah yang dibekali dengan mukjijat dalam menyampaikan risalah agamanya. Tidak pernah dari ucapan Yesus sendiri mengatakan : “Wahai.., manusia.. ! Aku ini Tuhan seperti Allah, sembahlah aku..” atau yang senada dengan ucapan itu. Tidak pernah. Periksalah ayat seperti itu di dalam Injil niscaya tidak akan anda temukan. Bahkan sebaliknya dalam sebuah ayat Injil disebutkan bahwa Yesus mengancam kepada orang yang menyebut dirinya Tuhan, Katanya :”Orang yang memanggil Aku ..Tuhan...Tuhan... tidak akan masuk Sorga, tetapi yang masuk Sorga adalah orang taat kepada Allah” (Matius 7:21).





Rabu, 13 Februari 2013


Semenanjung Korea

 
Ujicoba Peluncuran Peluru Kendali Korea Utara
 
  Korea Utara tanggal 4 Juli waktu Amerika Timur atau bertepatan hari kemerdekaan Amerika Serikat mengadakan uji coba peluncuran 7 peluru kendali atau rudal, tidak saja mempunyai kiat mengadakan provokasi terhadap Amerika Serikat, juga menunjukkan kalau Korea Utara tidak mengabaikan peringatan Amerika Serikat, jepang, Daratan Tiongkok dan negara-negara tetangga lain di Asia. Meskipun pada hari itu, pasaran saham Asia termasuk Korea Selatan tidak menunjukkan penurunan tajam, tapi harga emas dan minyak melonjak. Analis pasar berpendapat, kalau investor beralih menginves emas dan konsumen mengambil sikap menunggu terhadap pembelanjaan berjumlah besar, ini mungkin akan mempengaruhi laju ekonomi regional. Kalau krisis ini tidak bisa segera diatasi bahkan lebih lanjut memburuk, akan memberikan pengaruh lebih besar bagi pasaran moneter Asia. Dalam perspektif akan kita bicarakan apakah krisis rudal Korea Utara akan memberikan dampak bagi ekonomi Asia.   Meskipun krisis yang ditimbulkan uji coba rudal Korea Utara, memberikan pengaruh agak besar bagi pasaran valuta asing dan komoditas kawasan Asia, namun analis pasar berpendapat, dikarenakan skala ekonomi Korea Utara tidak besar, ditambah skala hubungan ekonomi Korea Utara dengan luar tetap sangat kecil, maka pengaruh langsung krisis rudal bagi wawasan ekonomi perdagangan sangat terbatas. Prof Wu Zhong Shu, periset Intitut Ekonomi Akademia Sinika berpendapat, pengaruh uji coba rudal Korea Utara terhadap pasaran saham dunia terbatas, penurunan pasaran saham semestinya akan dengan cepat berakhir. Wu mengatakan, Korea Utara terus tidak mau mengalah dalam masalah nuklir, pada khususnya dalam masalah rudal, ini sangat dipedulikan oleh Amerika Serikat dan Jepang, karena mengakibatkan ketegangan politik regional. Pada khususnya pasaran saham internasional, semenjak Juni ada sedikit tidak stabil, pasaran saham di negara-negara baru berkembang menunjukkan fenomena menurun, dikala pasaran saham dikoreksi kebawah, pada periode penyesuaian, kebetulan terjadi kasus uji coba rudal Korea Utara, tentu saja semua orang berpendapat waktu penyesuaian ekonomi dimasa akan makin panjang sehubungan dengan tidak stabilnya politik. Dikala harga minyak kembali melonjak karena pengaruh semacam ini, akan menimbulkan keraguan para investor terhadap situasi pulihnya perekonomian dimasa depan, tentu saja pasaran saham akan dikoreksi ke bawah, tapi semestinya akan dengan berakhir, biasanya kalau melihat pengalaman masa lalu, kecuali masalah uji coba rudal Korea Utara berkembang lebih lanjut yang mengakibatkan Amerika Serikat dan jepang mengambil tindakan militer, kalau hanya mengenakan embargo ekonomi dan diskusi perundingan pengaruhnya terhadap pasaran saham semestinya sangat terbatas.
  Menurut pengamatan, setelah Korea Utara secara berturutan meluncurkan 7 rudal balistik jarak pendek, menengah dan jauh, harga minyak memang untuk 2 hari berturut menciptakan rekor tertinggi, semuanya diatas 75 dolar Amerika perbarrel. Wu Zhong Shu berpendapat, peluncuran rudal Korea Utara memberikan dampak lebih lanjut bagi harga minyak internasional, yang sangat peka terhadap keamanan dunia. Wu mengatakan, secara keseluruhan, suplai minyak mentah masih melebihi kebutuhan, namun situasi perkembangan ekonomi internasional dewasa ini masih lebih baik sedikit kalau dibanding perkiraan sebelumnya, jadi kebutuhan internasional masih cukup baik, tapi dikala daya produksi rendah, pada saat sangat mudah terjadi perubahan cuaca, perbaikan tahunan atau kuota cadangan berkurang bahkan dilanda topan, semuanya tadi bisa memberikan dampak bagi harga minyak. Dikarenakan suplai sangat ketat, karena suplai hanya lebih sedikit dari kebutuhan, dan kebutuhan ekonomi internasional keseluruhan, termasuk faktor lebih menentukan, maka kalau muncul interferensi, bisa menimbulkan harga minyak melonjak, uji coba rudal Korea Utara tentu saja juga merupakan suatu interferensi yang bisa memberikan dampak bagi melonjaknya harga minyak internasional.
  Menghadapi pengaruh berikut yang mungkin ditimbulkan krisis rudal bagi pasaran, semua pasaran internasional sedang mengamatinya, pada pokoknya bagaimana negara-negara terkait mengatasinya. Amerika Serikat dan Jepang telah mengenakan embargo ekonomi terhadap Korea Utara. Semenjak tahun 2005 Amerika Serikat memberantas kegiatan moneter ilegal Korea Utara, bulan September tahun lalu, Amerika Serikat dengan alasan, Bank Delta Asia Makao membantu Korea Utara mencuci uang, menghentikan semua hubungannya dengan bank ini, selain itu, ada 8 perusahaan Korea Utara yang dimasukkan dalam daftar hitam karena mempunyai hubungan dengan bank Delta Asia. Setelah uji coba rudal, Jepang juga mengumumkan embargo ekonomi lebih lanjut terhadap Korea Utara, diantaranya termasuk membatasi transfer uang dan melarang kapal ferry Korea Utara berlabuh dalam waktu 6 bulan. Untuk kurun waktu lama, Jepang terus mencurigai kalau kapal-kapal ferry ini mengangkut komponen-komponen yang dibutuhkan bagi program rudal Korea Utara kembali kenegaranya. Amerika Serikat dan Jepang juga bersamaan mengupayakan agar dewan keamanan PBB mengenakan embargo kolektif terhadap Korea Utara, tapi Daratan Tiongkok dan Rusia menolak mengikuti langkah Amerika Serikat, untuk menerapkan embargo ekonomi terhadap Korea Utara.
  Namun dosen fakultas politik Universitas Soochow Luo Zhi Zheng berpendapat, efek embargo ekonomi negara barat terhadap Korea Utara terbatas, selain itu sangat hati-hati dalam menerapkannya, untuk menghindari Korea Utara mengadakan serangan balik. Ia mengatakan, sebenarnya Korea Utara selalu dalam keadaan terkucilkan, maka efek embargo ekonomi selalu terbatas. Disamping itu, apakah embargo ekonomi akan menimbulkan reaksi lebih keras Korea Utara, juga menjadi pertimbangan pokok negara barat, karena kalau berlebihan dan Korea Utara terpojokkan, akan mengambil tindakan yang lebih keras. Sedangkan pakar masalah Asia Timur Laut, dosen Fakultas Bahasa Jepang Universitas Fu-jen Ho Shi Shen juga berpendapat, Korea Utara sangat pragmatis, untuk mendapat keuntungan ekonomi substantif, mereka sama sekali tidak peduli akan embargo ekonomi.
  Umum beranggapan, kalau kalangan internasional tidak mengenakan embargo ekonomi terlalu keras atau mengambil tindakan militer terhadap Korea Utara, situasinya mungkin juga tidak akan memburuk dalam jumlah besar. Kalau kini berada dalam posisi terkucilkan, ini mempunyai hubungan langsung dengan pemerintahan Amerika Serikat yang menangani masalah Korea Utara dengan konsep perang dingin. Melalui pengalaman perundingan enam pihak bisa terlihat, cara terbaik untuk mengatasi krisis kali ini adalah diadakannya dialog langsung antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Tapi dikarenakan Jepang memberikan reaksi keras, dimana segera mengumumkan embargo ekonomi terhadap Korea Utara, ini juga meguji kebijaksanaan Amerika Serikat agar dikala menenangkan sekutunya bisa mengadakan dialog dengan Korea Utara, tidak diragukan langkah diplomasi Amerika Serikat akan menjadi kunci utama bagi penyelesaian krisis rudal Korea Utara kali ini. Pasaran moneter internasional, semuanya sedang mengamati apakah krisis rudal ini bisa mereda, kalau krisis terus berlanjut atau berkembang kesituasi yang tidak terduga, bahkan berubah menjadi konflik militer, ini mungkin akan lebih lanjut memberikan dampak yang lebih besar bagi pasaran moneter Asia bahkan dunia.
 

Senin, 11 Februari 2013

Kapal Selam AS Masuki selat Hormuz

TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Angkatan Laut Iran mendeteksi keberadaan kapal selam nuklir AS di perairan Teluk Persia. Kabar itu muncul di tengah merebaknya kekhawatiran tentang salah-satu rute energi paling penting di dunia tersebut.
Sebuah patroli Iran memergoki kapal selam bertenaga dan bersenjata nuklir tersebut di Selat Hormuz yang strategis, yang menjadi jalur perlintasan minyak yang dihasilkan negara-negara Teluk menuju Asia, AS, dan Eropa Barat.
Saat ini ada 48 kapal logistik dan 18 kapal perang AS di perairan Teluk, di antaranya ada kapal pengangkut pesawat USS Eisenhower.
Para pakar mengatakan, selain risiko kecelakan yang menimbulkan bencana ekologi, keberadaan kapal selam nuklir di perairan sempit juga memicu ancaman polusi nuklir.
Belum ada komentar dari AS terkait laporan tersebut.
Pada tahun 2009, sebuah kapal selam bertenaga nuklir milik Angkatan Laut AS bersama dengan dek transportasi amfibi kelas San Antonio merapat di selat tersebut. Peristiwa itu mengkibatkan tumpahnya minyak diesel hampir sebanyak 28 jumat galon.
Maret 2011, sebuah kapalselam AS dan kapal amfibi AS bertabrakan di Selat Hormuz.
15 anak buah kapal mengalami luka ringan di atas kapal selam, dan kembali bertugas, kata AL AS dalam pernyataan via email. Sementara yang ada di atas kapal amfibi New Orleans tidak ada yang terluka.
Kapal selam bertenaga nuklir tersebut tidak terpengaruh oleh tabrakan itu, sementara tangki bahan bakar kapal New Orleans pecah.
Selat Hormuz adalah titik sempit di mulut Teluk Persia, antara Iran dan Oman yang menjadi jalur pengiriman 20 persen minyak dunia melalui kapal.
Pada tahun 2010, sejumlah sumber Mesir mengatakan sebuah kapal selam nuklir AS menyeberangi Terusan Suez untuk bergabung dengan armada AS di Teluk.
Sumber-sumber Mesir tersebut melaporkan bahwa kapal selam nuklir tersebut menyeberangi kanal bersama dengan sebuah kapal penghancur. Pasukan Mesir bersiaga penuh ketika konvoi Angkatan Laut melewati kanal.
Sebelumnya, sebuah kapal penghancur AS meninggalkan Teluk, menuju ke Laut Mediterania, sebuah kapal penyelamat Angkatan Laut AS juga menyeberangi kanal menuju ke Laut Merah.
Pengiriman kapal selam nuklir tersebut dilakukan saat wakil presiden AS kala itu Dick Cheney menggalang dukungan negara-negara Timur Tengah untuk menyerang Iran.
Pada 2007, sebuah kapal nuklir AS bertabrakan dengan kapal tanker Jepang berukuran besar di sebelah selatan selat.
Sekutu AS, Israel juga beberapa kali mengirimkan kapal menuju ke Iran. Menurut pemberitaan surat kabar Yedioth Ahronoth, pada Februari lalu Israel telah menyeberangi Terusan Suez untuk menuju ke arah Laut Merah.
Surat kabar tersebut menambahkan: "Sumber-sumber informasi yang ada tidak mengungkapkan tujuan akhir dari kapal-kapal tersebut, namun diperkirakan bahwa kapal-kapal tersebut menuju ke arah Teluk Arab, perjalanan yang memakan waktu empat hari
Pelayaran melintasi Terusan Suez dikoordinasikan dengan otoritas Mesir. Menurut keterangan sejumlah sumber, Mesir bahkan menghalangi kapal lain untuk melintasi Terusan Suez dan juga menghentikan arus lalu lintas darat di berbagai ruas jalan yang menuju ke Terusan Suez.
Pertengahan tahun lalu, dua buah kapal Israel melintasi Terusan Suez, sepuluh hari berselang setelah sebuah kapal selam berkapasitas nuklir meluncurkan serangan peluru kendali, untuk mengantisipasi kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
Pemberangkatan kapal Israel menuju Laut Merah dibenarkan oleh para pejabat Israel, mereka memberikan lampu hijau untuk melakukan serangan.
Israel memperkuat hubungan dengan negara-negara Arab yang juga merasa resah jika Iran mendapatkan senjata nuklir. (dn/pv/bb/sm) www.suaramedia.com

Rudal Iran Terbaru

ate this posting:
 (rating: 0 | 0 votes | 86 views)
Rudal Iran
Rudal Iran (Iran Press TV)
BERITA TERKINI, Pemerintah Iran mengumumkan peluncur roket balistik bawah tanah pertama mereka pada Senin, 27 Juni 2011. Dengan peluncur bawah tanah ini, roket dapat lebih cepat diluncurkan dan lebih akurat.

Dilansir dari laman CNN, pemerintah Iran pada siaran di sebuah stasiun televisi memperlihatkan fasilitas peluncuran bawah tanahnya. Rencananya, peluncuran pertama roket balistik dari fasilitas ini akan dilakukan dalam latihan perang pertahanan "Nabi Besar 6" yang akan digelar dalam beberapa hari lagi.

Juru bicara Garda Revolusi Iran, Ashgar Qelich-Khani, kepada kantor berita Iran Press TV, mengatakan bahwa peluncur roket ini memungkinkan menyerang ke segala arah. Peluncuran juga bisa dilakukan dengan cepat
karena tidak perlu mengatur lagi koordinat secara menual seperti peluncur roket sebelumnya.

"Peluncur roket ini adalah bagian dari unit reaksi cepat brigade roket. Di peluncur ini, roket diletakkan secara vertikal, siap untuk diluncurkan kapan saja ke target," ujar Qelich-Khani.

Khani mengatakan peluncur roket ini adalah buatan dalam negeri Iran. Peluncur ini mampu meluncurkan roket jarak jauh. Para pengamat militer Barat mengatakan Iran memiliki roket yang dapat mencapai Eropa selatan yang berjarak 1.300 kilometer.

Peluncur roket ini menambah satu lagi daftar teknologi terlarang Iran. Sebelumnya, negara ini berkali-kali dihantam sanksi oleh PBB dan Amerika Serikat menyusul tuduhan pengembangan teknologi roket dan hulu ledak nuklir. AS khawatir teknologi militer ini akan digunakan Iran untuk menyerang negara-negara Barat.

Hal ini juga telah berulang kali ditampik Iran. Mereka mengatakan riset nuklirnya adalah untuk kepentingan pembangkit energi dan medis. 

Minggu, 10 Februari 2013

Iran Terkini

Minggu, 30 September 2012

Peluncur Rudal Bawah Tanah Iran Bisa Jangkau Eropa

Rate this posting:
 (rating: 0 | 0 votes | 86 views)
Rudal Iran
Rudal Iran (Iran Press TV)
BERITA TERKINI, Pemerintah Iran mengumumkan peluncur roket balistik bawah tanah pertama mereka pada Senin, 27 Juni 2011. Dengan peluncur bawah tanah ini, roket dapat lebih cepat diluncurkan dan lebih akurat.

Dilansir dari laman CNN, pemerintah Iran pada siaran di sebuah stasiun televisi memperlihatkan fasilitas peluncuran bawah tanahnya. Rencananya, peluncuran pertama roket balistik dari fasilitas ini akan dilakukan dalam latihan perang pertahanan "Nabi Besar 6" yang akan digelar dalam beberapa hari lagi.

Juru bicara Garda Revolusi Iran, Ashgar Qelich-Khani, kepada kantor berita Iran Press TV, mengatakan bahwa peluncur roket ini memungkinkan menyerang ke segala arah. Peluncuran juga bisa dilakukan dengan cepat karena tidak perlu mengatur lagi koordinat secara menual seperti peluncur roket sebelumnya.

"Peluncur roket ini adalah bagian dari unit reaksi cepat brigade roket. Di peluncur ini, roket diletakkan secara vertikal, siap untuk diluncurkan kapan saja ke target," ujar Qelich-Khani.

Khani mengatakan peluncur roket ini adalah buatan dalam negeri Iran. Peluncur ini mampu meluncurkan roket jarak jauh. Para pengamat militer Barat mengatakan Iran memiliki roket yang dapat mencapai Eropa selatan yang berjarak 1.300 kilometer.

Peluncur roket ini menambah satu lagi daftar teknologi terlarang Iran. Sebelumnya, negara ini berkali-kali dihantam sanksi oleh PBB dan Amerika Serikat menyusul tuduhan pengembangan teknologi roket dan hulu ledak nuklir. AS khawatir teknologi militer ini akan digunakan Iran untuk menyerang negara-negara Barat.

Hal ini juga telah berulang kali ditampik Iran. Mereka mengatakan riset nuklirnya adalah untuk kepentingan pembangkit energi dan medis. 
Sumber : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/229710-iran-bangun-peluncur-roket-bawah-tanah